Penyelesaian Tagihan Lewat Gugatan Sederhana



EXECUTIVE SUMMARY


Gugatan Sederhana (small claim court) merupakan terobosan pemerintah dalam menyelesaikan sengketa keperdataan menggunakan sistem pembuktian yang lebih sederhana daripada Gugatan (biasa) namun tetap menerapkan asas peradilan cepat, sederhana, dan biaya ringan.[1]


Perbedaan utama antara penyelesaian sengketa keperdataan melalui Gugatan Sederhana dan Gugatan (biasa) adalah PERMA 4/2019 membatasi nilai gugatan materiil atas perkara Gugatan Sederhana paling banyak adalah sebesar Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah), sedangkan selebihnya dapat diselesaikan melalui Gugatan (biasa).[2]

PERMA 4/2019 membatasi ada 2 (dua) jenis perkara yang tidak termasuk dalam Gugatan Sederhana, yaitu: (a) perkara yang penyelesaian sengketanya dilakukan melalui pengadilan khusus sebagaimana diatur di dalam peraturan perundang-undangan; atau (b) sengketa hak atas tanah.[3]


Syarat Para Pihak Dalam Gugatan Sederhana


(1) Para pihak dalam gugatan sederhana terdiri dari penggugat dan tergugat yang masing-masing tidak boleh lebih dari satu, kecuali memiliki kepentingan hukum yang sama.


(2) Terhadap tergugat yang tidak diketahui tempat tinggalnya, tidak dapat diajukan gugatan sederhana.


(3) Penggugat dan tergugat dalam gugatan sederhana berdomisili di daerah hukum Pengadilan yang sama.


(3A) Dalam hal penggugat berada di luar wilayah hukum tempat tinggal atau domisili tergugat, penggugat dalam mengajukan gugatan menunjuk kuasa, kuasa insidentil, atau wakil yang beralamat di wilayah hukum atau domisili tergugat dengan surat tugas dari institusi penggugat.


(4) Penggugat dan tergugat wajib menghadiri secara langsung setiap persidangan dengan atau tanpa didampingi oleh kuasa, kuasa insidentil atau wakil dengan surat tugas dari institusi penggugat.[4]

Beberapa Karakteristik dan Kelebihan Gugatan Sederhana


1. Nilai Gugatan (Maksimal)

Paling banyak Rp500.000.000,- (lima ratus juta rupiah).[5]


2. Lama Berperkara

Paling lama 25 hari sejak sidang hari pertama.[6]

Perkara Gugatan Sederhana jauh lebih cepat karena tidak ada tuntutan provisi, eksepsi, rekonvensi, intervensi, replik, duplik, maupun kesimpulan.[7]


3. Upaya Hukum Keberatan

Tidak tersedia upaya hukum Banding, Kasasi, maupun Peninjauan Kembali.[8]

Terhadap Putusan Gugatan Sederhana hanya dapat diajukan upaya hukum Keberatan, yang dapat diajukan paling lambat 7 hari sejak putusan diucapkan atau pemberitahuan putusan.[9]


4. Permohonan & Peletakan Sita Jaminan

Dalam proses pemeriksaan, melalui Permohonan Sita Jaminan, Hakim dapat memerintahkan Peletakan Sita Jaminan atas benda milik tergugat dan/atau milik penggugat yang ada dalam penguasaan tergugat.[10]


5. Penetapan & Pelaksanaan Aanmaning

Ketua Pengadilan mengeluarkan Penetapan Aanmaning paling lambat 7 hari sejak menerima Surat Permohonan Eksekusi.[11] Ketua Pengadilan menetapkan tanggal Pelaksanaan Aanmaning paling lambat 7 hari sejak Penetapan Aanmaning.[12]


6. Pembuktian Dilakukan Secara Sederhana

Hakim menilai sederhana atau tidaknya Pembuktian.[13]


7. Pengakuan Dalil Tidak Perlu Pembuktian

Dalil gugatan yang diakui secara bulat oleh pihak tergugat, tidak perlu pembuktian tambahan.[14]

Tahapan Penyelesaian Gugatan Sederhana

Pemeriksaan Gugatan Sederhana dilakukan oleh Hakim Tunggal, yang penyelesaiannya paling lama 25 hari sejak hari sidang pertama, dengan tahapan sebagai berikut:[15]


a. Pendaftaran;

b. Pemeriksaan kelengkapan gugatan sederhana;

c. Penetapan hakim dan penunjukan panitera pengganti;

d. Pemeriksaan pendahuluan;

e. Penetapan hari sidang dan pemanggilan para pihak;

f. Pemeriksaan sidang dan perdamaian;

g. Pembuktian; dan

h. Putusan (diucapkan atau diberitahukan jika ada pihak tidak hadir).

(Tambahan)

i. Upaya Hukum Keberatan (diajukan paling lambat 7 hari sejak putusan);

j. Pelaksanaan Putusan secara sukarela;

k. Surat Permohonan Eksekusi;

l. Penetapan Aanmaning;

m. Pelaksanaan Aanmaning.


Adapun beberapa tahapan dalam pemeriksaan Gugatan (biasa) yang TIDAK ADA dalam Gugatan Sederhana, yaitu: tuntutan provisi, eksepsi, rekonvensi, intervensi, replik, duplik, maupun kesimpulan.[16]



Upaya Hukum

Dalam hal ada pihak yang keberatan terhadap Putusan, maka tersedia upaya hukum mengajukan Keberatan, dengan menandatangani Akta Pernyataan Keberatan dihadapan Panitera (disertai dengan alasan-alasannya).[17]


Permohonan Keberatan ini diajukan paling lambat 7 hari sejak putusan diucapkan atau pemberitahuan putusan, dengan mengisi blanko Permohonan Keberatan yang disediakan di kepaniteraan (Permohonan Keberatan yang diajukan melampaui batas waktu dimaksud, dinyatakan TIDAK DAPAT DITERIMA dengan Penetapan Ketua Pengadilan berdasarkan Surat Keterangan Panitera).[18]


Putusan Keberatan menjadi putusan akhir yang tidak tersedia upaya hukum banding, kasasi, maupun peninjauan kembali.[19]

 

[1] Pemerintah mewujudkan Gugatan Sederhana melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana (“PERMA 2/2105”) sebagaimana telah direvisi 1x (satu kali) melalui Peraturan Mahkamah Agung Nomor 4 Tahun 2019 (“PERMA 4/2019”). [2] Lihat Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Tentang Perubahan Atas Peraturan Mahkamah Agung Nomor 2 Tahun 2015 Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana, Perma No. 4 Tahun 2019, Ps. 3 Ayat (1). [3] Indonesia,PERMA 4/2019, Ps. 3 Ayat (2). [4] Ibid.,PERMA 4/2019, Ps. 4 Ayat (1), (2), (3), (3a), (4). [5] Ibid.,PERMA 4/2019, Ps. 3 Ayat (1) Jo. Ps. 1 Angka 1. [6] Lihat Indonesia, Peraturan Mahkamah Agung Tentang Tata Cara Penyelesaian Gugatan Sederhana, Perma No. 2 Tahun 2015, Ps. 5 Ayat (3). [7] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 17. [8] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 30. [9] Ibid., PERMA 2/2015, Ps. 21 Ayat (1) & Ps. 22 Ayat (1). [10] Indonesia, PERMA 4/2019, Ps. 17A. [11] Ibid., PERMA 4/2019, Ps. 31 Ayat (2a). [12] Ibid., PERMA 4/2019, Ps. 31 Ayat (2b). [13] Indonesia, PERMA 2/2015, Ps. 11 Ayat (2). [14] Indonesia, PERMA 4/2019, Ps. 18 Ayat (1). [15] Indonesia, PERMA 2/2015, Ps. 5 Ayat (2) Perma 2/2015. [16] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 17. [17] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 21 Ayat (1) & (2). [18] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 22 Ayat (1), (2), & (3). [19] Ibid.,PERMA 2/2015, Ps. 30.

Recent Posts

Archive

Follow Us

  • Grey Facebook Icon
  • Grey Twitter Icon
  • Grey LinkedIn Icon